Kuliner
Terancam Punah, Ini Deretan Kuliner Khas Indonesia yang Mulai Jarang Ditemukan
Penulis Verina, 2 September 2020.

Perkembangan kuliner di Indonesia bisa dibilang cukup pesat dan banyaknya inovasi yang bervariatif. Mulai dari masakan cepat saji hingga jajanan pinggir jalan. Namun keberadaannya mulai menggeser berbagai kuliner khas Indonesia yang sudah ada dari sejak dahulu. Karena kehilangan peminatnya, beberapa kuliner khas Indonesia ini bahkan bisa dibilang hampir mengalami kepunahan.

 

Ada beberapa alasan kenapa kuliner khas Indonesia ini mulai mengalami kepunahan, yaitu bahan bakunya yang sudah mulai jarang didapatkan hingga proses pengolahannya yang terbilang sulit. Di antaranya seperti dibawah ini.

 

Sayur Babanci

photo by : klikhotel.com

Kuliner pertama adalah Sayur Babanci. Namanya memang sayur Babanci, namun tidak ada bahan sayuran di dalamnya. Makanan ini berisi daging sapi, kelapa muda, dan petai yang disiram dengan kuah asam peda bersantan. Kuliner khas betawi ini mulai jarang ditemukan, hanya di acara-acara adat tertentu baru kita bisa menemukan makanan ini.

 

Wedang Tahu

photo by : tripzilla.id

Kuliner yang satu ini sebetulnya berasal dari negara Tiongkok. Namun pada akhir abad ke-19 dibawa oleh seorang imigran dari negeri tersebut sehingga menjadi minuman khas Semarang. Wedang tahu terbuat dari sari kedelai yang direbus hingga menjadi bubur, kemudian ditambahkan wedang jahe sehingga bisa dibilang Wedang Tahu ini sebagai salah satu kuliner yang menyehatkan. Namun sekarang keberadaannya sudah mulai sulit untuk ditemukan.

 

Clorot

photo by : inibaru.id

Jajanan pasar ini merupakan khas dari Purworejo. Bentuknya cukup unik, menyerupai alat musik terompet. Makanan ini terbuat dari tepung beras dan gula merah yang dikukus dengan janur atau daun kelapa muda. Pembuatan clorot sendiri membutuhkan ketrampilan tinggi, karena jika tidak kencang dalam melilit janur, maka adonan akan meluber keluar. Sekarang makanan ini hanya bisa ditemukan saat acara besar daerah tertentu.

 

Gulo Puan

photo by : indonesia.go.id

Gulo Puan berasal dari Palembang. Makanan yang terbuat dari gula ini sering disebut sebagai kejunya Sumatera Selatan. Gulo Puan sendiri terbuat dari susu kerbau dan gula pasir. Proses pembuatan Gulo Puan memakan waktu yang cukup lama, sekitar 3-4 jam. Selama itu pula adonan harus terus diaduk secara terus menerus agar tidak gosong. Selain prosesnya yang panjang, untuk mendapatkan susu kerbau juga cukup sulit. Tak heran jaman sekarang sulit menemukan makanan yang satu ini.

 

Grontol

photo by : inibaru.id

Yang terakhir ada Grontol khas Jawa Tengah. Makanan ini berbahan dasar jagung manis yang sudah dipipil dan ditaburi parutan kelapa muda. Cara mengolahnya terbilang cukup mudah. Setelah jagung direbus, kemudian jagung dipipil dan ditaburi parutan kelapa dan gula pasir.

 

Itulah beberapa kuliner khas Indonesia yang keberadaannya hampir punah, karena sudah jarang yang membuat ataupun menjualnya. Dari daftar kuliner diatas, mana nih yang Cariers uda pernah cobain ?

Tags: