Seputar Kota
PSBB Jilid II di DKI, Catat Poin-Poin Ini !
Penulis Verina, 15 September 2020.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II di DKI Jakarta resmi berlangsung Senin (14/09/20) kemarin. PSBB Jilid II ini akan berlangsung selama dua minggu kedepan hingga 27 September 2020. Peraturan tersebut dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai respon terhadap melonjaknya kasus positif Covid-19 di Jakarta dalam 12 hari terakhir.

 

Adapun poin-poin penting yang tertuang dalam peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II ini. Adakah perbedaan dengan PSBB terdahulu ?

 

Operasional Ojek Online

photo by : grab.com

Pada PSBB Jilid II kali ini operasional ojek online terbilang sedikit ‘dilonggarkan’. Pasalnya, terdapat perbedaan jika dibandingkan PSBB terdahulu, dimana ojek online hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang dan makanan, dan tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang. Namun untuk PSBB Jilid II ini ojek online diperbolehkan untuk mengangkut penumpang namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

Tidak ada lagi Isolasi Mandiri

photo by : indonesia.go.id

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mewajibkan mereka yang positif terpapar Covid-19 tanpa gejala untuk melakukan isolasi di Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran. Ia juga menambahkan akan melibatkan aparat penegak hukum untuk menjemput mereka yang menolak untuk diisolasi di Wisma Atlet.

 

Tidak ada Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM)

photo by : voi.id

Jika pada PSBB sebelumnya masyarakat DKI Jakarta diwajibkan untuk menyertakan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) jika ingin keluar atau masuk Jakarta, berbeda halnya dengan PSBB Jilid II. SIKM tidak diberlakukan sehingga masyarakat tidak perlu untuk membuat SIKM, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

 

Kegiatan Perkantoran

photo by : bkn.go.id

Tidak dapat dipungkiri perkantoran menjadi klaster baru pada masa penerapan PSBB transisi sebelumnya. Pada peraturan PSBB Jilid II, jumlah kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun pegawai swasta dibatasi menjadi 25 persen saja. Jika ditemukan kasus konfirmasi positif di perkantoran tersebut, maka gedung perkantoran akan ditutup selama tiga hari.

 

Tempat Makan hanya melayani Take Away

photo by : zomato.com

Restoran, warung makan ataupun kafe masih diperbolehkan beroperasi pada PSBB Jilid II. Namun tidak diperbolehkan untuk makan ditempat atau dine in. Aktivitas jual beli makanan hanya boleh dilakukan untuk pembelian langsung dibawa pulang (Take Away) ataupun dengan system pengiriman (Delivery).

 

Sanksi bagi pelanggar PSBB Jilid II

photo by : mediaindonesia.com

Bagi masyarakat yang tidak memakai masker 1 kali akan dihukum kerja social selama 1 jam atau denda sebesar 250 ribu rupiah. Jika tidak memakai masker 2 kali akan dihukum kerja social selama 2 jam atau denda sebesar 500 ribu rupiah. Apabila pelanggar PSBB merupakan dari pelaku usaha maka akan dihukum penutupan tempat usaha selama 3x24 jam. Jika melanggar untuk yang kedua kalinya, aka nada denda sebesar 50 juta rupiah, hingga hukuman terberatnya adalah pencabutan ijin usaha (jika terlambat membayar denda lebih dari 7 hari).

 

Itulah poin-poin yang harus di perhatikan selama PSBB Jilid II berlangsung. Mari kita tetap patuhi protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker saat di luar rumah, tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak, serta mencuci tangan secara berkala.

Tags: